STRATEGI MELESTARIKAN KESAKRALAN PURA DI TENGAH PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI LOMBOK
Abstrak
Beberapa pura yang ada di Lombok juga dilirik sebagai destinasi wisata, seperti Pura Mayura, Pura Batu Bolong, Pura Lingsar, Pura Suranadi, Pura Narmada, sering kita lihat dikunjungi oleh wisatawan asing maupun lokal. Dengan demikian diperlukan pengelolaan dan strategi serta kesadaran umat untuk menjaga kesakralan dan kesucian pura. dari latar belakang di atas, maka ada beberapa permasalahan yang dikaji, meliputi: 1) Bagaimana peranan pura sebagai destinasi wisata dan pengelolaannya, 2) Bagaimana Strategi Melestarikan Kesakralan Pura di Lombok.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dirancang untuk mengkaji fenomena sosial keagamaan. Permasalahan yang dikaji menggunakan teori perubahan sosial dan teori Agama Sebagai Sistem Budaya. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen.
Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Sebagai salah satu destinasi wisata, untuk menjaga kesucian dan kesakralan pura, maka dalam pengelolaannya, pura dikelola oleh pengempon atau pengamong, 2) Melihat banyaknya permasalahan terkait kawasan suci di Lombok, seperti masalah sampah di areal tempat yang disakralkan, pencemaran air, abrasi pantai, maka dirasakan perlu mengupayakan strategi untuk melestarikan kesakralan Pura di Lombok, yaitu sebagai berikut : a) Mensosialisasikan ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan bermasyarakat, b) Pemerintah daerah membuat regulasi tentang komersial kesakralan pura yang ada di Lombok beserta ketentuan hukum jika terjadi pelanggaran.







