PENGARUH AKTIVITAS WISATA BUDAYA TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA TIONGHOA: BUKTI DARI PURA BOEN TEK BIO

  • Jasica Kristin Mangkey Institut Pariwisata Trisakti
  • Muhamad Zhabiyan Dwi Putra Universitas Internasional Batam
Kata Kunci: Wisata Budaya, Pelestarian Budaya Tionghoa, Pura Boen Tek Bio, Teori Identitas Sosial, Pariwisata Berkelanjutan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas wisata budaya terhadap pelestarian budaya Cina Benteng di Kelenteng Boen Tek Bio, Tangerang. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran pariwisata budaya sebagai sarana pelestarian identitas etnis di tengah modernisasi dan globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan wisatawan dan masyarakat lokal, menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas wisata budaya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pelestarian budaya Cina Benteng. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan dalam aktivitas budaya seperti festival dan ritual keagamaan, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi dalam pelestarian budaya. Temuan ini memperkuat peran pariwisata budaya tidak hanya sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai media penguatan identitas sosial dan keberlanjutan budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pariwisata budaya, khususnya dalam konteks pelestarian budaya etnis minoritas, serta menegaskan pentingnya pengelolaan wisata yang berkelanjutan dan berbasis nilai budaya.

Referensi

Akbarov, S. (2022). Consumer ethnocentrism and purchasing behavior: moderating effect of demographics. Journal of Islamic Marketing, 13(4), 898–932. https://doi.org/10.1108/JIMA-02-2020-0047
Brown, R. (2000). Social identity theory: past achievements, current problems and future challenges. European Journal of Social Psychology, 30(6), 745–778. https://doi.org/10.1002/1099-0992(200011/12)30:6<745::AID-EJSP24>3.0.CO;2-O
Dian P, M., & Nazir, I. R. (2018). Impact Of Cultural Tourism Development Models Against The Conservation Effort In Kampung Naga, Garut, Indonesia. Sainstech: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Sains Dan Teknologi, 28(2). https://doi.org/10.37277/stch.v28i2.237
Ghanad, A. (2023). An Overview of Quantitative Research Methods. International Journal Of Multidisciplinary Research And Analysis, 06(08). https://doi.org/10.47191/ijmra/v6-i8-52
Holmes, P. E., & Howard, M. C. (2023). The duplicitous effect of organizational identification: applying social identity theory to identify joint relations with workplace social courage and unethical pro-organizational behaviors. The Journal of Positive Psychology, 18(5), 784–797. https://doi.org/10.1080/17439760.2022.2109199
Kikuchi, A., Martin, P., & Gondo, Y. (2026). The Effects of Age and Cultural Differences on the Relationship Between Aging Anxiety and Ageism: Focusing on Social Identity Theory. The International Journal of Aging and Human Development, 102(1), 3–21. https://doi.org/10.1177/00914150241297521
Li, J., Jing, S., Shang, Y., Li, A., & Cheng, M. (2026). Travel influencers and their social identity: a phenomenological approach. Current Issues in Tourism, 29(2), 309–324. https://doi.org/10.1080/13683500.2024.2419554
Liedong, T. A. (2026). Does Social Identity Matter in Political Markets? The Influence of Managerial Tribal Identity in Corporate Political Strategy Formulation. Journal of Management Inquiry, 35(2), 177–198. https://doi.org/10.1177/10564926251344217
Novita, A. A., Ngindana, R., & Putra, E. (2024). Preserving cultural heritage: Integrating traditional values and local arts for sustainable tourism. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial Dan Politik (JISoP), 6(1), 68–77. https://doi.org/10.33474/jisop.v6i1.21925
Rodgers, R. F., & Rousseau, A. (2022). Social media and body image: Modulating effects of social identities and user characteristics. Body Image, 41, 284–291. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2022.02.009
Sari, Y. K., Maria, A. S., & Hapsari, R. R. (2020). Kolaborasi Kreatif Kegiatan Pariwisata Dan Pelestarian Budaya Di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation, 3(1), 85–101. https://doi.org/10.17509/jithor.v3i1.21853
Tajfel, H., & Turner, J. C. (2004). The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. In Political Psychology (pp. 276–293). Psychology Press. https://doi.org/10.4324/9780203505984-16
Trepte, S., & Loy, L. S. (2017). Social Identity Theory and Self‐Categorization Theory. In The International Encyclopedia of Media Effects (pp. 1–13). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118783764.wbieme0088
Van, B. T. (2024). The Role of Cultural Tourism in the Preservation and Promotion of Traditional Cultural Values among Ethnic Minority Groups in Tuyên Quang. European Journal of Arts, Humanities and Social Sciences, 1(3), 355–360. https://doi.org/10.59324/ejahss.2024.1(3).31
Wang, T., Li, Z., Gong, Z., & Tang, Y. (2026). From cognitive bias to social identity: consumer ethnocentrism and traditional Chinese medicine consumption intentions in China. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 38(3), 750–763. https://doi.org/10.1108/APJML-12-2024-1969
Diterbitkan
2026-02-01
Bagian
Articles