TRADISI MULANG PEKELEM: DULU DAN SEKARANG
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan apa saja yang terjadi pada pelaksanaan tradisi mulang pekelem. Tradisi mulang pekelem adalah tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Pulau Lombok, yang diadakan di Gunung Rinjani. Bagi masyarakat yang ada di Pulau Lombok, Gunung Rinjani merupakan tempat suci yang menjadi istana para dewa. Dikisahkan bahwa, Gunung Rinjani dijaga oleh Dewi cantik yang bernama Dewi Anjani. Dewi Anjani adalah seorang tokoh perempuan sakti yang semula adalah seorang manusia, tetapi kemudian berubah menjadi ratu jin. Cerita dari asal usul Dewi Anjani banyak versinya dan diyakini keberadaannya oleh Masyarakat pulau Lombok sehingga Masyarakat yang ada di Lombok sangat mengagungkan Gunung Rinjani. Sebagai bentuk penghormatan kepada dewi anjani maka diadakan tradisi mulang pekelem. Tradisi mulang pekelem ini diyakini sebagai wujud terimakasih kepada Tuhan dan penghormatan kepada Gunung Rinjani serta sebagai tradisi permohonan untuk turunnya hujan pada musim kemarau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun Teknik dan jenis pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan narasumber yang berkaitan terhadap tradisi mulang pekelem seperti pemangku, panitia, dan umat hindu yang ikut serta dalam tradisi mulang pekelem. Berdasarkan hasil penelitian perbedaan yang terjadi di dalam tradisi mulang pekelem ini terletak pada banten, peserta, transportasi, panitia, perlengkapan dan peralatan, biaya, serta peraturan mendaki gunung rinjani. Perbedaan yang ada menjadikan tradisi mulang pekelem lebih tertata dan terdapat kemudahan dalam pelaksanaannya dibandingkan zaman dulu.
Referensi
Harining, N. L. S., & Suardana, I. K. P. (2024). Peran Instagram@ ExploreLombok dalam membentuk citra pariwisata Pulau Lombok. Paryaṭaka Jurnal Pariwisata Budaya Dan Keagamaan, 2(2), 249-258.
Hendarto, Heru R. 2013. “Rinjani: Merengkuhi Paras Dewi Anjani” Lionmag November 2013, hlm.38—44. Jakarta:Bentang Media Nusantara.
Mujiningsih, Erlis Nur. (2022). Legenda Asal-Usul Terjadinya Gunung Rinjani dan Kearifan Lokal yang terdapat di Dalamnya. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi: Jakarta Timur.
Paganini, A. P., Widana, I. N. M., Sumari, M., & Suardana, I. K. P. (2023). Maintaining Traditional Cultural Communication in Digital Media (Study on the Maintenance of the Sorong Serah Aji Krama Tradition on Community Social Interaction in Bayan, North Lombok). Journal of Digital Media Communication, 2(1), 21-28.
Saraswati, Delima Ayu & Setiawardhana. (2020). 50 Kegiatan Seru Sains Dan Elektronika. Uwais Inspirasi Indonesia: Ponorogo.
Setyaningrum, Puspasari. (2022). Mengenal Gunung Rinjani, Pesona Gunung Tertinggi Ketiga di Indonesia dengan Danau Kawah yang Menawan. Kompas.com: Denpasar.
Suardana, I. K. P. Jurnal Pewarta Indonesia. Jurnal Pewarta Indonesia, 5(1-2023), 52-67.
Suardana, I. K. P., Suarjaya, I. N. A., & Kariana, I. N. P. (2023). Memperkuat Moderasi Beragama Melalui Komunikasi Sosial Dalam Ritual Mulang Pakelem di Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat. Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu, 14(2), 89-100.
Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. CIVIS: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(1).
Tim Penyusun Monografi. 2011. Monografi Daerah Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Barat: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB.
Tustini, I. G. A. A., & Suardana, K. P. (2024). Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Digital Dalam Memperkenalkan Destinasi Wisata Desa Suranadi Kabupaten Lombok Barat NTB. Journal of Governance Innovation, 6(2), 261-274.
Wibisono, Anton. (2019). Memahami Metode Penelitian Kualitatif. Kementerian Keuangan Republik Indonesia: Jakarta.







