Peran Dan Kedudukan Dewa Dalam Teks Bhagawadgita

  • I Gusti Agung Dharmawan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Kata Kunci: Kitab Suci Weda, Dewa

Abstrak

Bhagavadgita adalah salah satu teks suci agama Hindu yang paling penting. Teks ini berisi ajaran-ajaran spiritual yang mendalam, termasuk tentang peran dan kedudukan dewa. Perbedaan konsep dewa dalam Weda dan Bhagavadgita ini dapat ditelusuri dari perbedaan konsep Tuhan dalam kedua kitab suci tersebut. Dalam kitab suci Weda, Tuhan digambarkan sebagai sosok yang transenden, yang berada di luar alam semesta. Sedangkan dalam Bhagavadgita, Tuhan digambarkan sebagai sosok yang immanent, yang hadir di dalam alam semesta. Dalam Bhagavadgita, dewa digambarkan sebagai sosok yang mahakuasa dan penuh kasih sayang. Mereka adalah pencipta, pemelihara, dan pelebur alam semesta. Dewa juga berperan sebagai guru spiritual yang membimbing umat manusia menuju pencerahan. Dalam artikel ini membahas peran dan kedudukan dewa dalam teks Bhagavadgita bagaimana dewa digambarkan dalam teks tersebut, serta bagaimana peran mereka dalam kehidupan umat manusia. Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai konsep dewa dalam Weda, menemukan penjelasan mengenai dewa, peran dan kedudukannya dalam Bhagawadgita. Berdasarkan kajian, konsep dewa di dalam kitab suci Weda memiliki perbedaan dengan Bhagavad-gita. Di dalam Weda, dewa cenderung disamakan dengan Tuhan, sedangkan dalam kitab Bhagavad-gita, dewa berbeda dengan Tuhan. Perbedaan itu terlihat dalam 39 sloka Bhagavad-gita yang berkaitan dengan peran, kedudukan, dan sifat para dewa. Hal ini menunjukkan bahwa Bhagavadgita tidak hanya mengajarkan tentang peran dan kedudukan dewa, tetapi juga tentang hakikat Tuhan itu sendiri.

Referensi

Danavira, G. (. (1999). Vedic paradigm. Kansas City: Rupanuga Vedic Colledge.
Debroy, B. (2001). Bhagavata Purana. Surabaya: Paramita.
Hart A. V. P & Satyarajadas. (1989). East West Dialog. New York: Steven Rosen.
Hiriyana, M. ( 1993). Outline of Indian Philosophy. Delhi: Motilal Banarsidass.
Hughes, A. M. (2005). Five Voices Five Faiths. An Interfaith Primer. Massachusetts: Cowley Publications.
Knapp, S. (2001). The Secret Teaching of the Vedas. . New York : World Relief Network.
Krishnananda, S. (1994). A short history of religious and philosophic thought in India. Himalaya: The Divine Life Society.
Ngurah, I. G. (1993). Pendidikan Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi. Surabaya: Paramitha.
Palmer, R. E. (2005). Hermeneutika. Teori Baru Mengenai Interpretasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pandit, B. (2006). Pemikiran Hindu. Surabaya: Paramita.
Pudja, I. G. (1999). Bhagavadgita (Pancama Veda). Surabaya: Paramita.
Rosen, S. J. (2002). The Hidden Glory of India. Cina: Bhaktivedanta Book Trust International.
Sarmah, J. (1978). Philosophy of Education In the Upanisads. India: Gauhaty University.
Satsvarupa. (1996). Elements Of Vedic Thought and Cultures. New York: Gita Press.
Sivananda, S. (1997). Intisari Ajaran Hindu. Surabaya: Penerbit Paramita.
Sudharta, T. R. (1993). Manusia Hindu dari Kandungan sampai Perkawinan. Denpasar: Yayasan Dharma Naradha .
Suryanto. (2006). Hindu di Balik Tuduhan dan Prasangka. Yogyakarta: Narayana Smerti Press.
Tim Penterjemah. (1984). Kembali Lagi. Ilmu Pengetahuan tentang Reikarnasi. Jakarta: Pustaka Bhaktivedanta.
Titib, I. Made. (1996). Pengantar Weda untuk Program D II. Jakarta: Hanoman Sakti.
Titib, I. Made. (1998). Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Paramita.
Wiana, I. K. (1995). Yadnya dan Bhakti dari Sudut Pandang Hindu. Jakarta: Pustaka Manikgeni.
Wiana, I. K. (1989). Bagaimana Umat Hindu Menghayati Tuhan? Jakarta: Pustaka Manik Geni.
Wiana, I. K (2007). Tri Hita Karana. Surabaya: Paramita.
Diterbitkan
2023-11-28
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##