Tutur Wiksu Pungu: Analisis Semiotik
Abstrak
Pemahaman terhadap ajaran Tutur Wikşu Pungu dalam bentuk simbolik sangat diperlukan untuk melakukan kajian mendalam guna mengungkap maknanya. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam teks, sehingga dapat memberikan kontribusi kepada umat Hindu secara keseluruhan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif yang berlandasskan teori semiotik Riffaterre, dengan fokus pada elemen simbolik. Metode penelitian yan digunakan meliputi teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik guna menggali makna mendalam dari simbol-simbol dalam teks. Terdapat tiga pembahasan utama dalam penelitian ini. Pertama, identifikasi matriks (ide utama) yang menekankan pentingnya asketisme, pengendalian diri, dan yoga-samadhi sebagai jalan menuju harmoni kosmis antara manusia, alam, dan Tuhan. Kedua, model (elemen simbolik), mencakup simbol tri bhuwana (tiga dunia), pañca mahā bhūta (lima elemen alam), Sang Hyang Aji sebagai pengetahuan suci, dan guru sebagai pemandu spiritual. Ketiga varian (makna filosofis) mengkaji makna filosofis dari simbol-simbol tersebut. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian teologi Hindu dengan mengungkap bagaimana ajaran dalam Tutur Wikşu Pungu dapat direlevansikan dalam kehidapan beragama di era modern.
Referensi
Barthes, R. (1967). Elements of Semiology. Hill and Wang.
Capra, F. (2015). THE TAO OF PHYSICS.
Eliade, M. (1975). THE SACRED AND THE PROFANE: The nature of religion. Harcourt Brace Jovanovich.
Geertz, C. (2019). The Religion Of Java. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). The University of Chicago Press. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Maulana, L. (2019). Herustik, Hermeneutik Semiotika Michael Riffaterre. Qof, 3(1), 67–78. https://doi.org/10.30762/qof.v3i1.1055
Mayuni, A. A. I., Yasa, I. W. S., & Utama, I. W. B. (2020). Wacana Eskatologis Dalam Putru Pasaji. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 20(1), 10–18. https://doi.org/10.32795/ds.v20i1.636
Palguna, I. D. (2000). Cara Mpu Monaguna Memuja Siwa (Catatan Dari Kakawin Sumanasantaka. Yayasan Dharmasastra.
Penyusun, T. (2015). Salinan Lontar Wiksu Pungu Sundari dan Swamandala. STAHN Gde Pudja Mataram.
Premananda, R. . (2024). Implementasi Ajaran Kalepasan dalam Lontar Tutur Wikṣu Pungu di Kecamatan Denpasar Timur. STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Satriya Wibawa, I., Wijana, I., & Sukartha, I. (2017). Teks Pragusa Parwa: Analisis Struktur Dan Semiotik. Humanis, 18(1), 120–126.
Sharma, R. (2023). Reinterpreting classical Hindu texts in modern times: A critical study. Oxford University Press.
Soebadio, H. (1985). Jnanasiddhanta. Djambatan.
Suarka, I. N. (2012). Telaah Sastra Kakawin Sebuah Pengantar. Pustaka Larasan.
Tri Dayati. (2014). Analisis Semiotik Tembang Macapat Pupuh Asmaradana dalam Serat Witaradya 2 Karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo, 05(05), 22–30.
Triguna, I. B. G. Y. (2000). Teori Tentang Simbol. Widya Dharma.
Windya, I. M. (2021). Brahmawidyā Dalam Tattwa Sanghyang Mahājñāna. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 4(3), 321–333. https://doi.org/10.37329/kamaya.v4i3.1365
Wiyasa, I. P., Bawa, A. A. G., & Suarka, I. N. (2017). Kakawin Dharma Sawita: Analisis Semiotik. Jurnal Humanis Fakultas Ilmu Budaya Unud, 18, 226–233.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





.jpg)



