Tutur Wiksu Pungu: Analisis Semiotik

  • Ida Made Windya STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA
  • Putu Sri Marselinawati STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA
  • I Made Ariasa Giri STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA
Kata Kunci: tutur wikṣu pungu, semiotik, asketisme

Abstrak

Pemahaman terhadap ajaran Tutur Wikşu Pungu dalam bentuk simbolik sangat diperlukan untuk melakukan kajian mendalam guna mengungkap maknanya. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam teks, sehingga dapat memberikan kontribusi kepada umat Hindu secara keseluruhan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif yang berlandasskan teori semiotik Riffaterre, dengan fokus pada elemen simbolik. Metode penelitian yan digunakan meliputi teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik guna menggali makna mendalam dari simbol-simbol dalam teks. Terdapat tiga pembahasan utama dalam penelitian ini. Pertama, identifikasi matriks (ide utama) yang menekankan pentingnya asketisme, pengendalian diri, dan yoga-samadhi sebagai jalan menuju harmoni kosmis antara manusia, alam, dan Tuhan. Kedua, model (elemen simbolik), mencakup simbol tri bhuwana (tiga dunia), pañca mahā bhūta (lima elemen alam), Sang Hyang Aji sebagai pengetahuan suci, dan guru sebagai pemandu spiritual. Ketiga varian (makna filosofis) mengkaji makna filosofis dari simbol-simbol tersebut. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian teologi Hindu dengan mengungkap bagaimana ajaran dalam Tutur Wikşu Pungu dapat direlevansikan dalam kehidapan beragama di era modern.

Referensi

Ariasa Giri, I. M., & Windya, I. M. (2024). Yogākṣara Dalam Śiwa Tattwa Sebagai Laku Spiritual Untuk Mencapai Kalepasan. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 8(1), 55–72. https://doi.org/10.37329/jpah.v8i1.2697
Barthes, R. (1967). Elements of Semiology. Hill and Wang.
Capra, F. (2015). THE TAO OF PHYSICS.
Eliade, M. (1975). THE SACRED AND THE PROFANE: The nature of religion. Harcourt Brace Jovanovich.
Geertz, C. (2019). The Religion Of Java. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). The University of Chicago Press. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Maulana, L. (2019). Herustik, Hermeneutik Semiotika Michael Riffaterre. Qof, 3(1), 67–78. https://doi.org/10.30762/qof.v3i1.1055
Mayuni, A. A. I., Yasa, I. W. S., & Utama, I. W. B. (2020). Wacana Eskatologis Dalam Putru Pasaji. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 20(1), 10–18. https://doi.org/10.32795/ds.v20i1.636
Palguna, I. D. (2000). Cara Mpu Monaguna Memuja Siwa (Catatan Dari Kakawin Sumanasantaka. Yayasan Dharmasastra.
Penyusun, T. (2015). Salinan Lontar Wiksu Pungu Sundari dan Swamandala. STAHN Gde Pudja Mataram.
Premananda, R. . (2024). Implementasi Ajaran Kalepasan dalam Lontar Tutur Wikṣu Pungu di Kecamatan Denpasar Timur. STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Satriya Wibawa, I., Wijana, I., & Sukartha, I. (2017). Teks Pragusa Parwa: Analisis Struktur Dan Semiotik. Humanis, 18(1), 120–126.
Sharma, R. (2023). Reinterpreting classical Hindu texts in modern times: A critical study. Oxford University Press.
Soebadio, H. (1985). Jnanasiddhanta. Djambatan.
Suarka, I. N. (2012). Telaah Sastra Kakawin Sebuah Pengantar. Pustaka Larasan.
Tri Dayati. (2014). Analisis Semiotik Tembang Macapat Pupuh Asmaradana dalam Serat Witaradya 2 Karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo, 05(05), 22–30.
Triguna, I. B. G. Y. (2000). Teori Tentang Simbol. Widya Dharma.
Windya, I. M. (2021). Brahmawidyā Dalam Tattwa Sanghyang Mahājñāna. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 4(3), 321–333. https://doi.org/10.37329/kamaya.v4i3.1365
Wiyasa, I. P., Bawa, A. A. G., & Suarka, I. N. (2017). Kakawin Dharma Sawita: Analisis Semiotik. Jurnal Humanis Fakultas Ilmu Budaya Unud, 18, 226–233.
Diterbitkan
2025-05-31
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##