Kampung Pakelan: Khazanah Toleransi Antarumat Beragama dan Kepercayaan di Kota Kediri

  • Asyari Asyari Institut Agama Islam Negeri Kediri
  • Putri Wakhidatul Ilmi Institut Agama Islam Negeri Kediri
  • Adam Aditya Institut Agama Islam Negeri Kediri
Kata Kunci: Tolerance, Inter-religious, Diversity

Abstrak

Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami konteks lokal dalam menganalisis keberagaman dan toleransi. Pakelan sudah bisa dikatakan sebagai kelurahan yang memenuhi kriteria sebagai miniatur Negara Indonesia secara de jure maupun de facto. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, artikel ini hendak menggali dan memotret wajah toleransi antarumat beragama dan kepercayaan. Adapun hasil penelitian ini pertama, wajah toleransi melekat pada beberapa aktivitas baik berupa ide, gagasan, maupun aktivitas sosial, yang mewujud dalam konteks rumah ibadah, selametan, kurban, PHBA dan lain sebagainya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa toleransi bukanlah kondisi yang statis. Kondisi toleransi dan intoleransi perlu ditempatkan dalam spektrum yang lebih luas. Sebuah daerah bisa mempunyai karakter lebih toleran daripada daerah lain, tetapi karena tidak ada daerah yang sepenuhnya toleran atau intoleran, posisi dalam spektrum bisa saja berubah seiring dengan perubahan sosial politik. Istilah toleransi dan intoleransi sebaiknya tidak dimaknai secara sempit, hanya terkait dengan pandangan teologis keagamaan. Orientasi teologi yang ada di Pakelan tidak serta-merta menghalangi pemeluk agama dan penghayat untuk hidup berdampingan satu-sama lain. Toleransi adalah kondisi multidimensi, yang terkait dengan aspek nilai, sosial dan struktural.

Referensi

Abd. Moqsith Ghazali. Argumen Pluralisme Agama: Membangun Toleransi Berbasis Al-Qur‟an. Depok: KataKita, 2009.
Abror, Mhd. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi.” Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (2020): 143–55.
Adian, Donny Gahral. Demokrasi Substansial: Risalah Kebangkrutan Liberalisme. Penerbit Koekoesan, 2010.
Alamin, Taufik, Darsono Wisadirana, Sanggar Kanto, Hilmy Mochtar, Sholih Mu’adi, and Mardiyono Mardiyono. “Political Change Patterns of The Mataraman Society in Kediri.” Journal of Development Research 4, no. 2 (2020): 106–14.
Alniezar, Fariz. Homo Homini Humor. BASABASI, 2019.
Anam, Wahidul, and dkk. Potret Kerukunan Umat Beragama Di Kota Kediri. Kediri: IAIN Kediri Press, 2021.
Devi, Dwi Ananta. Toleransi Beragama. Alprin, 2020.
Ferdian, Ferdi. “Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Dalam Sistem Sosial Penciptaan Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten Pasaman Barat.” Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies 4, no. 2 (2018): 136–47.
Fitriani, Shofiah. “Keberagaman Dan Toleransi Antar Umat Beragama.” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 20, no. 2 (2020): 179–92.
Hamdi, Ahmad Zainul, Zumrotul Mukaffa, and Lia Hilyatul Masrifah. “Gerakan Radikalisme Di Kampus-Kampus Dan Pusat Kajian Keagamaan Di Perkotaan Di Jawa Timur,” 2019.
Hanani, Silfia. Menggali Interelasi Sosiologi, Dan Agama. Bandung: Humaniora, 2012.
Hidayatullah, Fauzan. “Analisis Pandangan Abdul Moqsith Ghazali Dan Hamid Fahmy Zarkasyi Terhadap Pluralisme Agama Dalam Penafsiran Ayat-Ayat Al-Quran.” Jurnal Pemikiran Islam 3, no. 1 (2023): 28. https://doi.org/10.22373/jpi.v3i1.16858.
Huda, Hisbulloh. “Pluralisme Quranik Perspektif Hamka.” Institut PTIQ Jakarta, 2022.
Institut, Setara. “Ringkasan Eksekutif Indeks Kota Toleran,” 2021.
Jufri, Muwaffiq. Metode Penyelesaian Konflik Agama: Optik Hukum, HAM, Dan Nilai Kearifan Lokal. Scopindo Media Pustaka, 2021.
Khusna, Nurul. Jean Paul Sartre: Filsuf Eksistensialisme Imajinatif. Anak Hebat Indonesia, 2017.
Nugraha, Y D. “The Moderating Role of Gender and Religiosity on the EMA Model: An Indonesian Muslim Pilgrim Perspective.” Journal of Islamic Marketing 13, no. 6 (2022): 1201–23. https://doi.org/10.1108/JIMA-03-2020-0076.
Nur, Hasan Basri M, Syed Sultan Bee Packeer Mohamed, and Nor Azlah Sham Rambely. “The Existence Of Minorities In The Specificity Of Islamic Syiar In Aceh, Indonesia.” Jurnal Al-Bayan: Media Kajian Dan Pengembangan Ilmu Dakwah 26, no. 2 (2021): 185–215.
Nusyur, Raihan. “Jurnalisme Damai Dalam Pemberitaan Pembakaran Gereja Di Aceh Singkil Pada Harian Waspada.” Jurnal Komunikasi Global 6, no. 1 (2017): 26–38.
Pals, Daniel L. “Seven Theories of Religion: Tujuah Teori Agama Paling Komprehensif, Terj.” In Inyiak Ridwan Muzir. Yogyakarta: IRCiSoD, 1996.
Paratanto, Pius A. “Kamus Ilmiah Populer.” Surabaya: Arkola, 2001.
Puspitosari, Wida Ayu. “Etnis Tionghoa, Tahu Dan Kota (Terbangunnya Identitas Kota Kediri),” 2012.
Putra, Adi. “Persekusi Terhadap Gereja,” 2021.
Radarkediri.jawapos.com. “Melongok Kerukunan Antarumat Dan Antaretnis Ala Kelurahan Pakelan,” 2022.
Retnowati. “Agama, Konflik Dan Integrasi Sosial Refleksi Kehidupan Beragama Di Indonesia: Belajar Dari Komunitas Situbondo Membangun Integrasi Pasca Konflik”.” Jurnal Sangkep 1, no. 1 (2018).
Robertson, Roland. “Sociology of Religion, Terj. Ahmad Fatawi Dan Saifuddin.” edited by Ronald Robertson. Jakarta, 1988.
Rosdiawan, Ridwan. War on Terror. IAIN Pontanak Press, 2022.
Solikin, Nur. “Agama & Problem Mondial.” STAIN Jember Press, 2013.
Sutami, Hermina. Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa; Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008, 1701 Pp. [First Edition: Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1988.] ISBN 978-979-22-3. Vol. 11. Wacana Journal of the Humanities of Indonesia, 2009. https://doi.org/10.17510/wjhi.v11i2.165.
Turmudi, Endang. Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik Dalam Masyarakat Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2021.
Wach, Joachim. “Ilmu Perbandingan Agama Inti Dan Bentuk Pengalaman Keagamaan.” Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 1996.
Diterbitkan
2024-05-31
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##