Tugu Soekarno Palangka Raya: Pertentangan Antara Identitas Indonesia
PERTENTANGAN ANTARA IDENTITAS INDONESIA DAN DAYAK
Abstrak
Kunjungan perdana Presiden Soekarno ke Palangka Raya tanggal 17 Juli 1957, yang lalu ditandai dengan pendirian Tugu Soekarno memiliki dua makna. Makna pertama, dari sisi pemerintah Republik Indonesia di Jakarta kunjungan ini merupakan peresmian Provinsi Kalimantan Tengah sebagai salah satu Provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Makna kedua dari sisi masyarakat Dayak, kunjungan ini dilihat sebagai pengakuan terhadap identitas Dayak. Kedua makna ini terus-menerus dipertentangkan dari masa ke masa sejak kunjungan pertama Soekarno tersebut dan Tugu Soekarno menjadi simbol komunikasi dua arah tersebut. Dengan menggunakan metode observasi dan penelusuran dokumen, tulisan ini mengkaji komunikasi simbolik Tugu Soekarno di Palangka Raya yang terus-menerus menjadi simbol tarik-menarik antara Indonesia dan Dayak.
Referensi
Arifin, T. S. (2014). Monumen Masa Pemerintahan Orde Lama Di Jakarta: Representasi Visual Nasionalisme Soekarno. Panggung, 24(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v24i2.117
Bemmelen, S. van, Raben, R., & van Klinken, G. (Eds.). (2011). Mengkolonisasi Borneo: Pembentukan Provinsi Dayak di Kalimantan. In Antara daerah dan negara: Indonesia tahun 1950-an: Pembongkaran narasi besar integrasi bangsa (Ed. 1). Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie.
Cahyo Setiaji, N., & Hanif, M. (2018). Kajian Makna Simbolis Patung dan Monumen di Kabupaten Ponorogo Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal. AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA, 8(01), 59. https://doi.org/10.25273/ajsp.v8i01.2069
Churiah, N., & Lukito, Y. N. (2023). Gedung Sarinah: Memori dan Kontinuitas Modernisme Kota Jakarta. ARSITEKTURA, 21(1), 83. https://doi.org/10.20961/arst.v21i1.62033
Hakim, A. R. (2003). Sejarah Kota Palangka Raya ([Cet. 1.]). Pemerintah Kota Palangka Raya.
Jaafar, D. O. (n.d.). 184 | PROCEEDINGS OF THE THIRD SEMINAR ON NATIONAL RESILIENCE.
Kalteng Terkini, K. T. (2019, May 10). Jokowi Takjub Sejarah Tugu Soekarno. Kalteng Terkini. https://kaltengterkini.co.id/2019/05/10/jokowi-takjub-sejarah-tugu-soekarno/
Kammen, D. (2021). Phantasmagoric Borneo. Critical Asian Studies, 53(2), 1–26. https://doi.org/10.1080/14672715.2021.1884111
Klinken, G. A. van, & Hidayat, B. (2007). Perang kota kecil: Kekerasan komunal dan demokratisasi di Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.
Kusno, A. (2023). Memory Network: Moving the Center/Revolutionalizing Culture. In S. M. G. Tambunan (Ed.), Proceedings of the fourth Asia-Pacific Research in Social Sciences and Humanities, Arts and Humanities Stream (AHS-APRISH 2019) (Vol. 753, pp. 581–589). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-058-9_45
Lestarikan Sejarah, Jembatan Kahayan dan Kawasan Tugu Soekarno Dilengkapi Water Front City. (2023, June 17). Republika Online. https://republika.co.id/share/rwef60415
Lukman, A. (2020). DISONANSI MEMORI MONUMEN KOLONIAL: STUDI KASUS TUGU CORNELIS CHASTELEIN, DEPOK, JAWA BARAT. AMERTA, 38(1), 77–92. https://doi.org/10.24832/amt.v38i1.77-92
McGregor, K. E. (2008). Ketika Sejarah Berseragam: Membongkar Ideologi Militer dalam Menyusun Sejarah Indonesia. Syarikat.
Redaksi. (2023, May 13). Tugu Soekarno Palangkaraya Sebagai Titik Deklarasi Relawan Ganjar. Kalteng Today. https://kaltengtoday.com/tugu-soekarno-palangkaraya-sebagai-titik-deklarasi-relawan-ganjar/
Ricklefs, M.C. (2007). Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (Cet. 1). In Pub.
Riwut, T. (2018). Kronik Kalimantan: Berdasarkan catatan pribadi dan dokument yang dkumpulkan oleh Tjilik Riwut (N. Riwut, Ed.; Cetakan pertama). NR Publishing.
Siegel, J. T. (2000). Kolom. Indonesia, 69, 177. https://doi.org/10.2307/3351281
Tugu Soekarno Segera Bercahaya. (2023, March 16). KaltengOnline.com. https://kaltengonline.com/2023/03/17/tugu-soekarno-segera-bercahaya/
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





.jpg)



