Perjalanan Digitalilasi Aksara Bali: Dari Lontar ke Layar dalam Konteks Pelestarian dan Modernisasi Budaya (Studi Tahun 2010-2015)
Abstrak
Aksara Bali, sebagai salah satu warisan budaya yang kaya, memainkan peran vital dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional Bali. Naskah lontar yang digunakan sebagai media penulisan telah menjadi bagian integral dari sejarah Bali. Namun, dengan masuknya pengaruh modernisasi, keberadaan lontar semakin terancam oleh kerusakan fisik dan kehilangan generasi yang mampu membaca dan menulis aksara Bali. Digitalisasi aksara Bali menjadi solusi penting untuk pelestarian budaya ini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perjalanan digitalisasi aksara Bali dari lontar ke layar dalam konteks pelestarian dan modernisasi budaya selama periode 2010-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka yang komprehensif, dengan menganalisis berbagai literatur dan penelitian sebelumnya terkait digitalisasi aksara Bali dan pelestarian naskah lontar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan kemudahan akses terhadap naskah lontar, memperluas jangkauan pembelajaran aksara Bali, serta memperkenalkan budaya Bali ke dunia internasional. Meskipun digitalisasi menawarkan banyak manfaat, masih terdapat tantangan terkait dengan akurasi pengenalan aksara Bali dalam format digital, terutama pada naskah yang telah terdegradasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi digital yang lebih adaptif untuk aksara Bali, serta memberikan solusi dalam menjaga kelestarian budaya Bali di era digital. Kesimpulannya, digitalisasi aksara Bali tidak hanya sebagai langkah konservasi teknis, tetapi juga sebagai sarana untuk mempertahankan relevansi aksara Bali di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang.










