PkM Pendampingan Potensi Biodiversitas Sebagai Rintisan Desa Wisata di Banjar Pukuh, Desa Tiga, Susut, Bangli
Abstrak
Banjar Pukuh secara administrasi terletak di Desa Tiga Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Desa pukuh terletak di kawasan dataran tinggi dengan suhu yang sesuai untuk daerah pertanian. Sebagian besar Masyarakat Desa Pukuh saat ini bekerja di sektor pertanian dengan mengolah sawah untuk menghasilkan komuditas padi dan palawija. Selain dua komuditas tersebut wilayah Desa Pukuh juga sangat sesuai untuk perkebunan seperti buah jeruk yang juga merupakan komuditas andalan dalam perekonomian warga Banjar Adat Pukuh. Warga Banjar Adat Desa Pukuh memiliki keunikan dan tradisi dalam membangun rumah tempat tinggal dimana masayarakat akan membangun rumah di sisi timur dan pantang untuk membangun rumah disisi barat jalan. Hal ini merupakan salah satu keunikan desa ini yang belum banyak diketahui masyarakat dari luar desa. Masalah yang dihadapi mitra untuk mempersiapkan banjar pukuh sebagai desa wisata yaitu belum memiliki pengetahuan mengenai kegiatan ekowisata dan Desa Wisata, belum memiliki pengetahuan mengenai landscaping area untuk kegiatan ekowisata, mitra belum memiliki pengetahuan mengenai cara menginventarisasi satwa dan tumbuhan, mitra belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pengelolaan limbah organik. Solusi untuk masalah mitra ini yaitu dengan melakukan pendampingan berupa memberikan sosialisasi dan peningkatan keterampilan dengan melakukanpelatihan. Adapun hasil dari kegiatan pendampingan ini yaitu peningkatan pengetahuan mitra terkait desa wisata sebesar 85%, peningkatan pengetahuan terkait sosialisasi mengenai cara menginventaris satwa pemahaman mitra menjadi meningkat pengetahuan sebesar 90%, peningkatan pengetahuan terkait sosialisasi mengenai pengolahan limbah kotoran babi peningkatan pengetahuansebesar 90% dan keterampilan pengolahan limbah kotoran babi sebesar 80%.
Referensi
Djunaid, I. S., Addiansyah, I., Fachrureza, D., Soeprapto, V., & Paulina. (2022). Sosialisasi Pembentukan Binaan Desa Cihideung Udik Menjadi Desa Wisata.
Candraningtyas CF. Pendayagunaan Kotoran Ternak dalam Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Eduwisata Peternakan di Desa Wisata Nganggring. In: Prosiding Seminar Nasional Cendekia Peternakan. 2024.
Rafik, M., Widiya, Y., Az Zahra, I., Adilla Ramdhani, H., Rifdah, A., Nazulfah, I., Amelia, L., Kholifah, N., Humairoh, M., Dwi Oktaviani, H., Lingga Pratama, T., Yuni Lestari, T., Komariah, S., Ayu Saraswati, D., Elisabeth, F., Basyuni, M., Haryandi, Y., & Aulia Dewi, N. (2023). Inventarisasi Avifauna Di Kawasan Ekowisata Desa Malasari Taman Nasional Gunung Halimun Salak Avifauna Inventory in the Ecotourism Area of Malasari Village, Gunung Halimun Salak National Park. 25(1), 2598–2370.
Rosita S; SimatupangJ; BS, ATH. Menggali Keunikan Desa Mewujudkan Desa Wisata Di Desa Jernih Jaya Kabupaten Kerinci. 2020;
Shindi Indira S, Fitri R, Fajar Lut Tawar M. Perancangan Lansekap Kawasan Desa Pondok BalikMenuju Desa Wisata Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Teknik dan Teknologi Indonesia. 2023;1(4).
Selan, R. N., Pell, Y. M., N Riwu, D. B., & Ut Jasron, J. (2024). Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Berbasis EcoEnzyme. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/03/babi-jadi-ternak-unggulan-di-ntt-pada-2020










