Akomodasi Komunikasi Komunitas Hindu Bali Sebagai Penduduk Pendatang Di Daerah Transmigrasi

  • I Wayan Astraguna IAHN Gde Pudja Mataram
Kata Kunci: Social Adaptation, Intercultural Communication, Transmigration, Balinese Hinduism, Accommodation Theory, Social Harmony

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi yang digunakan komunitas Hindu Bali dalam menyesuaikan diri sebagai kelompok pendatang di daerah transmigrasi Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori Akomodasi Komunikasi Howard Giles, penelitian ini menemukan bahwa komunitas Hindu Bali menerapkan strategi konvergensi dan divergensi dalam menjaga harmoni sosial. Partisipasi aktif perempuan dan kelompok rentan juga menunjukkan inklusivitas dalam proses adaptasi. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi adalah faktor kunci dalam keberhasilan integrasi sosial dan pencegahan konflik bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras) yang dapat muncul akibat ketimpangan ekonomi. Dengan demikian, temuan dari penelitian ini terletak pada penekanan bahwa keberhasilan integrasi sosial tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi atau kebijakan negara, melainkan secara mendalam dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi lintas budaya yang dilakukan secara sadar, strategis, dan partisipatif oleh komunitas itu sendiri.

Referensi

Andika, Arya Yulia. 2020. “Kepemimpinan Bali : Studi Kasus Transmigrasi Bali Di Kecamatan Sukamaju Tahun 1971-1997.”
Astraguna, I. W. (I), N. P. (Ni) Listiawati, and I. N. (I) Wijana. 2020. “Dynamics of Inter-Cultural Communication at Multicultural Societies in Transmigrant Territory.” International Journal of Social Sciences and Humanities 4(1):43–58. doi: 10.29332/IJSSH.V4N1.395.
Ekawati, Ni Wayan Wahyu. 2024. “Komunikasi Sosial EtnisBali Dalam Menjaga Kerukunan Di Tengah Masyarakat Multikultur Dusun Sengkongo Desa Kuranji Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.” Sadharananikarana 15(1):72–86. doi: 10.25130/sc.24.1.6.
Muafiah, Evi, Ayunda Riska Puspita, and Vivi Vellanita Wanda Damayanti. 2021. “Gender Equality and Social Inclusion (GESI) Pada Dua Sekolah Inklusi Di Ponorogo.” Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam 19(2):141–56. doi: 10.14421/musawa.2020.192.141-156.
Nurlaili, Lutvi Dwi. n.d. “Transmigrasi Masyarakat Hindu Bali Di Seputih Raman Lampung Tengah.”
Pratiwi, Aprilyanti, and Regiant Fachturahman Nurlatif. 2021. “Akomodasi Komunikasi Etnis Tionghoa Dan Sunda Di Surya Kencana Bogor.” 4(1):91–104.
Sada, Clarry, Yabit Alas, and Muhammad Anshari. 2019. “Indigenous People of Borneo (Dayak): Development, Social Cultural Perspective and Its Challenges.” Cogent Arts and Humanities 6(1). doi: 10.1080/23311983.2019.1665936.
Sari, Nadila Opi Pratitha, and Turnomo Rahardjo. 2019. “Akomodasi Komunikasi Antarbudaya (Etnis Jawa Dengan Etnis Minang.” Interaksi Online 7(4):1–10.
Setijadi, Naniek. 2022. “Pelatihan Komunikasi Lintas Budaya Kepada Peserta Didik Politeknik Imigrasi (Poltekim) Kemenkumham Indonesia.” Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) 5:1–10. doi: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1530.
Suheri, Suheri. 2019. “Akomodasi Komunikasi.” Jurnal Network Media 2(1):40–48.
Surahman, Dkk. 2016. Metodologi Penelitian. satu. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indoensia.
Susanti, L. R. Retno, Made Darme, Nur Aeni Marta, Rizky Andhifani, and Luh Suwita Utami. 2024. “Studi Sosial Dan Ekonomi Transmigrasi Jawa-Bali Di Desa Tugumulyo.” 13(3):473–86.
Sutrisno, Herwin, Gagoek Hardiman, E. E. Pandelaki, and Theresia Susi. 2019. “Living in Harmony: Acculturation of Balinese and Dayak Ngaju Cultures in Basarang Jaya Village, Central Kalimantan.” Jurnal Ilmiah Peuradeun 7(3):401–12. doi: 10.26811/peuradeun.v7i3.279.
Widiantari, Made, Sayu Kadek Jelantik, and I. Wayan Astraguna. 2024. “Intercultural Communication in Interethnic Families in Pagutan Barat Village, Mataram City.” Journal of Digital Media Communication 3(1):1–9. doi: 10.35760/dimedcom.2024.v3i1.11589.
Yuniza, Mailinda Eka, and Melodia Puji Inggarwati. 2021. “The Urgency of Transpolitan Transmigration’s Regulation as an Effort to Accelerate National Development.” Administrative and Environmental Law Review 2(2):81–96. doi: 10.25041/aelr.v2i2.2326.
Diterbitkan
2025-05-31
Bagian
Articles