LOGIKA DAN METODE PENALARAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT NYĀYA DARŚANA
Abstrak
Nyāya merupakan salah satu sistem filsafat India yang masuk dalam golongan Astika. Nyāya mengkhususkan diri pada eksposisi metodologi penalaran atau sebuah metode yang digunakan untuk validasi. Metode validasi dalam sistem filsafat nyāya disebut dengan pramana sehingga nyāya sangat identik dengan sistem logika. Kajian ini memfokuskan diri dengan menggunakan pendekatan penelitian studi kepustakaan. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah terdapat empat prinsip yang perlu dilakukan dalam sebuah penalaran atau logika dalam menemukan sebuah kebenaran yakni, Pratyaksa Pramāna artinya sebuah kebenaran yang diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Anumāna Pramāna artinya kebenaran yang diungkap melalui proses penyimpulan, selanjutnya Upamāna Pramāna yakni mengungkap kebenaran melalui perbandingan, dan terakhir adalah Śabda Pramāna yakni memperoleh suatu kebenaran melalui penyaksian. Ke empat metode itu dapat secara bersamaan digunakan untuk mendapatkan suatu kebenaran yang valid.
Referensi
Hidayat, Ainur Rahman. (2018). Filsafat Berpikir: Teknik-Teknik Berpikir Logis Kontra Kesesatan Berpikir. Pamekasan: Duta Media.
Maswinara, I Wayan. (1999). Sistem Filsafat Hindu (Sarwa Darśana Samgraha). Surabaya: Paramita.
Potter, K. H. (Ed.). (1970). The Encyclopedia of Indian Philosophies (Vols. 1–2). Delhi: Motilal Banarsidas.
Seregig, I Ketut. (2012). Nawa Darsana: 9 Sistem Filsafat Hindu. Surabaya: Surabaya: Paramita.
Sobur, H. A. Kadir. (2015). “Logika Dan Penalaran Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan.” Logika dan Penalaran dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan TAJDID XIV(2).
Sudarto. (2015). “Perbandingan Filsafat Cina Dengan Filsafat India.” Jurnal Artefak 3(2): 131–47.
Tumanggor, Raja Oloan, and Carolus Suharyanto. (2019). Logika: Ilmu Berpikir Kritis. Yogyakarta: Kanisius. www.kanisiusmedia.co.id.






