ADAPTASI PENERAPAN SENGKER DEWASA UPACARA PITRA YADNYA DI DESA TAMAN BALI KABUPATEN BANGLI PADA MASA PANDEMI COVID-19
Abstrak
Penelitian ini bertujuan melakukan kajian terhadap adaptasi penerapan sengker dewasa di Desa Pakraman Taman Bali pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini dirancang dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan tiga hasil untuk memberikan jawaban atas permasalahan penelitian. Pertama, adaptasi penerapan sengker dewasa dalam pelaksanaan upacara pitra yajña yang berdekatan dengan upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga pada masa pandemi covid-19 tetap dilestarikan keberadaannya dengan cara membatasi pelaksanaan upacara pitra yajna yang berdekatan dengan piodalan. Kedua, fungsi adaptasi penerapan sengker dewasa dalam pelaksanaan upacara pitra yajña yang berdekatan dengan upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga pada masa pandemi covid-19 sekurang-kurangnya ada empat, yaitu fungsi religius, fungsi social, fungsi budaya, dan fungsi kesehatan Ketiga, makna adaptasi penerapan sengker dewasa dalam pelaksanaan upacara pitra yajña yang berdekatan dengan upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga di masa pandemi covid-19 sekurang-kurangnya ada empat, yaitu makna kesucian, makna kesehatan, makna pelestarian budaya, dan makna solidaritas. Penelitian ini merekomendasikan adaptasi dalam penerapan sengker dewasa sangat penting diperhatikan karena mengandung potensi positif dalam kehidupan masyarakat untuk senantiasa menjalin hubungan-hubungan sosial karena sengker dewasa ini merupakan kesepakatan sosial para leluhur mereka yang sampai saat ini masih dapat menyatukan masyarakat desa pakraman.
Referensi
Abdul, Sani, 2002, Sosiologi Skematika, Teori Dan Terapan, Jakarta: Bumi
Aksara
Amin Ahmad, Ali B. Moh, Dahlan, Lalu Ratnati, Malik Sukardi, 1997. Monografi Daerah Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Depdikbud.
Bagus, I Gusti Ngurah (Ed), 2002, Masalah Budaya Dan Pariwisata Dalam pembangunan, Denpasar: Unud
Garna, Judistira K., 1992, Teori-Teori Perubahan Sosial, Bandung: PPs-Universitas Padjadjaran
Geertz, C. 2001, Agama Sebagai Sistem Kebudayaan, Dalam Dekontruksi Kebenaran Kritik Tujuh Teori Agama, Terjemahan Inyiak Ridwan Muzir, M. Syukri, Yogyakarta: IRCiSoD
Geriya, I Wayan. 2008. Transformasi Kebudayaan Bali Memasuki Abad 21. Surabaya: Paramitha.
Handari, Nawawi, 1983, Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Hendropuspito, D., 1983, Sosiologi Agama, Yogyakarta: Kanisius
Koentjaraningrat. 2003. Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta
________________2002. Pengantar Antropologi II. Jakarta:Rineka Cipt
________________1983. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia
Moleong, Lexy J. 1994. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Muhadjir, Noeng. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin
Netra, A.A. Oka. 1994. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Jakarta: Bimas Hindu dan Buddha
Peursen, Van C.A. 1988. Stretegi Kebudayaan. Kanisius: Yogyakarta
PHDI. 2000. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap aspek-Aspek Agama Hindu I-XV: Denpasar: Pemprop Bali
Poloma, M.M, 2003, Sosiologi Kontemporer, Terjemahan Team Penerjemah Yasogama Jakarta :PT Raja Grasindo Persada
Ritzer, George, 2004, Teori Sosial Modern, Terjemahan Muhammad Taufik, Yogyakarta: Kreasi Wacana
Sanderson, S.K.,2003, Makro Sosiologi, Terjemahan Farid Wajidi, S. Menno, Jakarta
Suryosumunar, J. A. Z. (2021). Telaah Filosofis terhadap Tapa Brata: Praktik Spiritual Menanggulangi Kecemasan dalam Pandemi COVID-19. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 11(2), 167-180.






